Rudiger Tidak Paham Dengan Respon Serie A Terhadap Isu Rasisme

204
0
SHARE
mobile2
mobile2

Sochi, SunduL –¬†Pemain bertahan timnas Jerman, Antonio Rudiger menjalani Piala Konfederasi dengan keluhan respon yang tidak bisa dia pahami mengenai isu rasisme.

Kecemasan mengenai tindakan diskriminasi selama jalannya pertandingan sudah membayang-bayangi Rusia dalam persiapan Piala Dunia 2018, dan delapan tim yang jalani pemanasan dalam ajang Piala Konfederasi.

mobile3
mobile3

Salah satu organisasi anti-diskriminasi Eropa, FARE mencatat bahwa ada 89 kasus rasis dan insiden sayap kanan terjadi ketika pertandingan berlangsung.

Jika sampai terjadi insiden selama belangsungnya Piala Konfederasi, wasit bisa langsung menghentikan jalannya pertandingan setelah diberitahukannya pesan berantai di dalam stadion. Itu merupakan prosedut yang tidak selalu diikuti di manapun di Eropa, meskipun sudah seringkali didesak oleh UEFA.

“Tentu saja saya bermain di Italia di mana sangat disayangkan hal seperti itu sering terjadi,” ungkap Rudiger kepada media.

“Menurut saya, saya gampang saja mengatakan bahwa kita sudah ada di tahun 2017 dan hal-hal semacam itu semestinya tidak terjadi lagi.”

Lazio harus membayar denda ketika fans mereka dengan gamblang meneriaki dan bernyanyi dengan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Rudiger dalam sebuah pertandingan musim lalu, dan bukannya menutup paksa bagian dari stadion itu untuk satu pertandingan.

“Kalian bisa melihat begitu banyak poster mengatakan ‘katakan tidak untuk rasisme’, tapi tidak ada yang benar-benar melawan hal itu,” tegas Rudiger.

“Dalam beberapa pertandingan, fans sangat sering menyanyikan¬†chants dengan kata-kata kasar untuk saya, tapi masih saja tidak ada tindakan yang terlihat. Itu sungguh tidak bisa dipahami, terutama untuk saya sendiri.”

Agar bisa memberantas masalah tersebut diperlukan perundingan, menurut Rudiger para penyelenggara Serie A perlu bertindak dengan cara yang kasar kepada para pelaku.

“Saya tidak mempermasalahan orang-orang yang tidak punya warna kulit yang sama dengan saya untuk mengatakan bahwa kami seharusnya tetap diam,” ujar Rudiger.

“Mereka tidak pernah tahu bagaimana rasanya dilecehkan secara ras. Maka dari itu menurut saya hal seperti itu harus segera dipecahkan dengan cara yang keras.”

Perjalanan Jerman dalam Piala Konfederasi dibuka dengan menghadapi Australia di resort Laut Hitam Sochi, di mana orang-orang mengenakan baju asal Afrika dan membawa pisang kemudian berjalan dalam parade yang diadakan oleh pemerinta bulan lalu.

Bagaimana komentar Sundulers mengenai berita bola ini?

sundul mobile 4
sundul mobile 4

NO COMMENTS