Buffon: Menangkan Liga Champions Memotivasi Saya

258
0
SHARE
article top
mobile2
mobile2

Turin, SunduL –¬†Gianluigi Buffon mengakuii bahwa menjuarai Liga Champions adalah hal yang memotivasinya untuk tetap bermain.

Karir bermain kiper 39 tahun itu akan segera berakhir, sehingga Juventus harus mampu melewati Barcelona dalam putaran perempat final bulan depan sehingga bisa menjaga mimpi mereka untuk mejadi juara tetap hidup.

mobile3
mobile3

Pemain asli Carrara itu memecahkan rekor baru atas jumlah waktu bermain terbanyak untuk Bianconeri pada akhir pekan lalu, namun bagaimana dengan perannya di dalam tim?

“Seorang penjaga gawang haruslah seorang yang suka untuk berkorban,” ujar Buffon kepada media.

“Sebagai satu peran, ini bisa disamakan dengan peran seorang wasit. Dia memiliki kekuatan untuk mengendalikan, namun hanya bisa kemasukan bola tidak bisa mencetak skor, dan harus rela menanggung hinaan yang terus muncul.

“Psikologi harus mempelajari peran ini, karena ini sungguh berkebalikan. Bagi saya, untuk membuat kesalahan adalah sebuah kejutan. Itu memakan waktu untuk memulihkannya. Saya iri dengan siapapun yang sudah tidak lagi lanjut…bagi mereka kejutan bukanlah hal yang luar biasa.

“Selama bertahun-tahun, saya penasaran dengan apa yang mendorong saya untuk tetap bermain. Pertarungan jiwa ini memberikan saya motivasi yang lebih kuta. Jika saya tidak memenangkan Liga Champions maka saya akan kosong: pikiran itu mengganggu saya.”

Gigi juga menegaskan bahwa investor asing memberikan pengaruh yang buruk kepada Serie A.

Bianconeri sampai saat ini masih dimiliki oleh keluarga Agnelli, sementara Roma dan Inter sudah diambil alih oleh pihak asing.

Milan merupakan klub terbaru yang berkesempatan untuk membuat kesepakatan bersama konsorsium asal China, sehingga Buffon pun ditanyai pendapatnya mengenai hal tersebut.

“Masuknya investor asing di Serie A? Roma dimiliki oleh pebisnis Amerika, Milan oleh orang China..itu buruk untuk Italia,” ujar kiper timnas Italia itu.

“Itu merupakan kemunduran bagi sepakbola dan tradisi yang ada di Italia.”

Buffon juga sebelumnya berbicara mengenai perjuangannya melawan depresi, dan ia mengungkapkan kembali bahwa ia melawan itu tanpa adanya bantuan obat-obatan.

“Depresi? Penting untuk tidak menggunakan obat-obatan. Saya adalah arsitek untuk takdir saya sendiri tanpa bergantung pada obat-obatan.”

Bagaimana komentar Sundulers mengenai berita bola ini?

sundul mobile 4
sundul mobile 4

NO COMMENTS