Barcelona Masi Harus Bersabar Menunggu Kemenangan

, Sundul.com
Wednesday, 14/09/2011


Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Barcelona langsung dikejutkan oleh gol cepat Alexandre Pato selepas kick-off. Hanya butuh 24 detik bagi Pato untuk menjebol gawang Barcelona di leg pertama penyisihan Liga Champions Grup H.

Gol penghentak  dari ‘Si Bebek’ berhasil dibalas Pedro Rodriguez dan David Villa. Sempat tertinggal 2-1, Milan akhirnya bisa keluar dari tekanan Nou Camp dengan skor 2-2 setelah Thiago Silva berhasil mencetak gol di masa injury time melalui tandukannya. Berkat hasil ini, Barcelona bertengger pucuk pimpinan klasemen pertama grup H diikuti Milan di tempat kedua

Kendati tanpa Zlatan Ibrahimovic, Milan langsung bermain menyerang. Pato yang mendapat umpan terobosan dari tengah lapangan yang disodorkan Antonio Nocerino, dan lepas dari kawalan Eric Abidal langsung berlari sendiri di jantung pertahanan Barcelona dan tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Victor Valdes, 1-0 Milan memimpin.

Tertinggal 1-0, membuat tuan rumah terus meningkatkan tempo serangan. Duet gelandang terbaik mereka, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta terus mengkreasikan serangan untuk menyamakan kedudukan. Lionel Messi dan David Villa yang diplot Josep Guardiola di sektor depan beberapa kali mengancam gawang Milan yang dijaga ketat, Christian Abbiati.

Memasuki pertengahan babak pertama, tepatnya di menit 19, peluang emas di dapat Messi melalui tendangan bebas, namun sepakan akuratnya masih bisa dimentahkan oleh Abbiati. Solidnya pertahanan Milan membuat Barcelona kesulitan mencari celah untuk mencetak gol.

Tapi raksasa Catalan itu tidak pernah menyerah menggempur pertahan Milan. Di pertengahan babak pertama, Barcelona justru tampil mendominasi lewat permainan bola-bola pendeknya di depan gawang Milan.

Barcelona kembali mendapat tendangan bebas, tapi bola masih membentur barikade pertahanan Milan. Untuk membantu daya gedor, bek enerjik Barcelona, Dani Alves naik membantu pertahanan. Hasilnya, Messi sempat mengancam gawang Abbiati berkat assist yang diberikan Alves. Namun, tendangan diagonal Messi masih bisa dimentahkan kiper senior Milan tersebut.

Si bocah ajaib, Messi kembali mendapatkan kesempatan lewat tendangan keras mendatarnya. Tapi Abbiati bisa dengan sigap menghentikan laju bola. Pertahanan Milan akhirnya runtuh juga. Memanfaatkan umpan menyilang Messi, Pedro Rodriguez yang berdiri bebas berhasil menyontek bola untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sukses menyamakan kedudukan, Guardiola menarik Iniesta dan memasukkan Cesc Fabregas lima menit jelang turun minum. Permainan tiki-taka khas Barcelona kian hidup dengan masuknya mantan pemain Arsenal tersebut.

Messi nyaris membalikkan kedudukan, andai dirinya tidak berada dalam posisi off-side saat menerima umpan menyusur yang diberikan Alves. Tidak ketinggalan, Xavi turut mengancam gawang Milan lewat sepakan kerasnya. Sial, bola masih terbang jauh di atas mistar Abbiati. Peluang  Xavi sekaligus menutup babak pertama di mana kedua seteru masih sama kuat dengan skor 1-1.

Di babak kedua, pola permainan Barcelona tidak ubahnya paruh pertama. Mereka terus tampil menekan dan mencoba terus tampil mendominasi.  Xavi Hernandez kembali menjadi momok bagi lini pertahanan Milan. Kali ini, Xavi melepas tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola bergulir kencang, namun Abbiati bisa membuang bola dengan tenang.

Terus memegang kendali permainan, David Villa akhirnya menjadi aktor protagonis Barcelona. Tendangan bebasnya dari luar kotak penalti, membuat Abbiati kembali memungut bola dari gawangnya sendiri. Barcelona kini berbalik unggul 2-1.

Barcelona kembali mendapatkan momen bagus. Pelanggaran yang dilakukan Alessandro Nesta di luar kotak penalti membuahkan tendangan bebas bagi Barcelona. Sayang, Messi yang ditunjuk menjadi eksekutor belum bisa menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bola melenceng jauh dari mistar.

Memimpin pertandingan, Barcelona terus meningkatkan intesitas serangan. Beberapa kali mereka mendapatkan peluang emas yang didapatkan Messi dan Villa. Namun sejauh ini mereka belum bisa menambah gol.

Defisit satu gol, Milan berupaya mengejar ketertinggalan. Sementara, Barcelona terus memperagakan permainan terbuka untuk memantapkan dominasi.

Memasuki pertengahan interval kedua, Barcelona kembali memperagakan permainan tak-tis dari kaki ke kaki untuk membuka jalan mencetak gol. Gaya permainan mereka nyaris membuahkan gol, jika tendangan mendatar Pedro hasil kerja sama apiknya dengan Messi dan Villa tidak bisa dihalaui oleh Abbiati.

Upaya Milan untuk menyalamatkan diri dari kekalahan lewat serangan balik akhirnya tidak percuma. Memanfaatkan sepak pojok, Clerance Seedorf, Thiago Silva sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tandukannya di masa injury time.

Barcelona gagal memetik angka sempurna. Padahal, sang juara bertahan tampil mendominasi sepanjang pertandingan. Bagi Milan hasil imbang ini sangat positif, setelah mereka berhasil menahan perlawanan sengit Barcelona.

Apa komentar anda tentang berita ini? Tuliskan komentar anda disini.

43

Be the first to write a comment.

Your feedback