Lorenzo ingin Ducati seperti Yamaha

Fajar Ramadan, Sundul.com
Tuesday, 02/05/2017

Jerez, SunduL – Jorge Lorenzo menekankan Ducati untuk mengadopsi filosofi seperti Yamaha dalam mengembangkan motor-motornya untuk MotoGP, dengan fokuspada perbaikan sasis.

Rider yang menjuarai tiga kali di kelas premier ini telah mengalami awal yang sulit di tim barunya setelah beralih dari Yamaha, finish di urutan ke sembilan adalah pencapaian terbaiknya sejauh ini.

Karena hal inilah akhirnya dia harus puas hanya bertengger di posisi 13 klasemen dengan 13 poin, terpaut 17 poin dengan rekan satu timnya, Andrea Dovizioso.

Lorenzo percaya bahwa pabrikan Italia ini dapat belajar dari mantan timnya, yang sering memperkenalkan pembaharuan sasis, dan itu merupakan “ubahan yang diprioritaskan”, mereka seharusnya lebih fokus pada bidang ini.

“Yamaha dan Ducati adalah dua pabrikan yang berbeda, dan filosofi yang berbeda pula”. Kata Lorenzo.

“Yamaha selalu terobsesi dalam bidang sasis, yang membuat rider lebih nyaman dalam membalap”.

“Disisi lain Ducati dalam dekade terakhir fokus untuk menciptakan mesin yang paling powerful dipadukan dengan sistem elektronik yang canggih”.

“Mungkin sekaranglah waktunya untuk merubah prioritas, menyudahi sektor pengembangan mesin dan mencoba sasis yang baru untuk mempermudah rider dalam membalap”.

Ducati meraih dua kemenangan pada 2016 lalu, masing-masing satu kemenangan untuk Dovizioso dan Ianonne yang mengakhiri lima setengah tahun tanpa kemenangan.

Hal ini mengawali tren fairing aerodinamis pada motor dan mereka mengakhiri proyeknya di akhir musim karna pabrikan lain mengalahkan Ducati pada bidang ini, dimana mereka kurang memiliki bakat dalam hal ini”.

Ducati masih belum memakai pengganti winglet yang telah mereka persiapkan untuk musim 2017. Di akhir race Austin kemarin, Lorenzo menjelaskan bagaimana performa balapnya dengan Ducati jika tanpa teknologi winglet.

Ketika ditanya apakah control wheelie adalah masalahnya, Lorenzo menjawab: Bukan hanya wheelie, namun masih terdapat banyak masalah lainnya disegala aspek.

“Kami kehilangan traksi di beberapa area dan harus sedikit mengendorkan gas, yang membuat kami kalah sedikit dibanding tim lain”.

“Panitia telah memutuskan untuk mengganti peraturan, jadi kami harus beradaptasi dengan peraturan yang baru”.

“Akselerasi kami terlalu besar (di Austin), sehingga kami banyak kehilangan downforce dibagian depan, kami harus fokus pada bidang menciptakan motor tanpa winglet”.

Bagaimana komentar Sundulers mengenai berita motoGP ini?

8

Comments are closed for this post.