Madrid Terus Alami Mimpi Buruk

Fajar Ramadan, Sundul.com
Monday, 11/03/2019

Madrid, Sundul – Bek Real Madrid, Nacho mengakui bahwa pekan mimpi buruk bagi Real Madrid masih terbayang saat mereka bisa menang usai tertinggal dengan skor 4-1 atas Real Valladolid di ajang La Liga kemarin.

Kekalahan beruntun yang diderita di kandang sendiri dari rival abadi, Barcelona, termasuk di semifinal ajang Copa del Rey mengakhiri harapan Madrid untuk meraih trofi di level domestik musim ini hanya dalam jeda waktu empat hari sebelum Ajax ikut mengejutkan Santiago Bernabeu dengan kemenangan 4-1 untuk memastikan kemenangan agregat 5-3 di babak 16 besar Champions League.

Rentetan hasil menyedihkan tersebut masih terlihat saat Madrid sempat terseok-seok di Jose Zorilla, saat Ruben Alcaraz gagal mengkonversi penalti di awal laga dan Sergi Guardiola mencetak dua gol namun dianulir sebelym Anuar akhirnya membuka skor.

Raphael Varane memaksimalkan kesalahan dari kiper Valladolid, Jordi Masip untuk menyamakan kedudukan dan Karim Benzema memberi Madrid keunggulan di awal babak kedua dari titik penalti.

Benzema lalu menyundul bola untuk gol keduanya dan Luka Modric melengkapi skor setelah sang rekan Casemiro diusir wasit sembilan menit sebelum laga usai.

“Itu merupakan babak pertama yang gila.” ujar Nacho yang sempat sulit nyetel di jantung pertahanan. “Kami tampil kurang terorganisasi.”

“10 hari ini terasa amat berat. Anda bisa katakan kami beruntuk di babak pertama.”

“Barulah di babak kedua bentuk asli Real Madrid muncul.”

“Pekan-pekan ini amatlah rumit dan tak mudah untuk melalui situasi macam ini.”

“Namun tentu tetap tak bisa menjadi alasan awal yang buruk. Semuanya rumit.”

“Kami tak terbiasa dengan situasi dimana kami tak memiliki apapun untuk dimainkan namun kami lupa tuntutan bahwa seragam dan logo Madrid adalah kebanggaan bagi kami.”

Saat ditanyai mengenai masa depan Solari, Nacho siap untuk berjuang bagi eks gelandang Madrid tersebut meski mengakui kondisi saat ini tak ideal bagi siapapun pihak yang terlibat.”

“Sangat sulit bagi semua orang. Ini bukan situasi yang normal bagi kami. Kami biasanya pergi liburan di akhir musim dengan sebuag trofi untuk dirayakan.” tambahnya.

“Saya menyesal sang pelatih harus kesulitan namun semuanya tak berjalan baik bagi kami.”

“Santiago Solari adalah manajer kami. Kami akan berjuang sampai mati bersamanya dan melakukan segalanya di lapangan.

54

Be the first to write a comment.

Your feedback