Southgate Prihatin Pada Rasisme Yang Dialami Pemainnya

Fajar Ramadan, Sundul.com
Wednesday, 27/03/2019

London, Sundul – Manajer Inggris, Gareth Southgate mengaku sedih dan kecewa karena tindakan rasisme yang dialami oleh para pemainnya saat bertandang ke markas Montenegro dan berjanji akan melaporkan peristiwa tersebut ke UEFA.

Southgate sebelumnya sempat menyatakan tak ada bukti yang nyata terjadi tindakan rasisme sebelum laga, namun ternyata hal tersebut berubah saat laga kualifikasi Euro 2020 tersebut dimainkan di Gradski Stadion.

Danny Rose menjadi sasaran suara mirip monyet saat laga berakhir bagi kemenangan impresif dnengan skor 5-1 atas tuan rumah, dimana pada salah satu peristiwa terjadinya rasisme tersebut membuat Raheem Sterling untuk merayakan gol yang ia cetak pada malam tersebut dengan menarik telinganya di depan para pendukung tuan rumah.

“Cara terbaik untuk membungkam para haters (Maksud saya adalah para rasis).” ujar penyerang Inggris tersebut dalam unggahan di media sosial dengan gambar selebrasi dan emoji berbentuk hewan monyet.

Callum Hudson Odoi, pemain berusia 18 tahun yang laga debut sebagai starternya menjadi tertutupi insiden tersebut, meminta adanya aksi yang diambil, dengan manajer Inggris, Gareth Southgate mengkonfirmasi bahwa Montenegro akan dilaporkan pada UEFA.

“Pertama-tama, ini amat menyedihkan.” ujar Southgate dalam konferensi pers saat laga usai.

“Kami tampil dengan amat baik dan pemain kami yang masih berusia 18 tahun diwawancarai saat laga usai dan ia malah harus merespon tentang insiden yang teradi, saat malam tersebut seharusnya tentang kegembiraan mendapatkan laga debut penuhnya.”

“Saya tak mendengar apapun saat di awal laga dimainkan, namun saya diberi tahu bahwa dalam fase tersebut juga terjadi insiden yang sama.”

“Namun saya mendengar dengan jelas saat Danny Rose diberi kartu kuning dan itu tak bisa diterima. Saya berbicara dengan para pemain secara pribadi. Kami harus memberikan dukungan pada mereka. Kami akan melaporkannya.”

“Namun saya pikir laporan kami sudah terjadi karena amat banyak orang di area lain di lapangan juga mendengarnya. Saya yakin perwakilan UEFA yang hadir juga mendengarnya.”

“Jadi, kami akan mengambil bagian dengan cara mengikuti proses yang ada, namun yang lebih penting bagi saya adalah para pemain di ruang ganti memahami bahwa kami adalah sebuah grup dan organisasi yang akan ada bagi mereka. Itulah yang terpenting.”

39

Be the first to write a comment.

Your feedback